Bupati Mochamad Nur Arifin, Promosikan Produk Berbahan Utama Bambu di Kabupaten Trenggalek Ke Eropa
![]() |
Bikin Bangga, Ternyata Ini yang Dilakukan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin Selama Bertugas di Belanda |
Trenggalek- Tugas beberapa hari di Belanda, Prancis, dan Belgia, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tak pulang dengan tangan hampa. Dia merasa lega, setidaknya peluang besar untuk Trenggalek bisa menembus pasar Uni Eropa mulai terbuka. Dia mempresentasikan potensi Trenggalek, terutama untuk produk turunan bambu dan penjajakan perdagangan karbon.
Keberangkatan Bupati Ipin ke tiga negara itu sebagai salah satu delegasi kepala daerah yang dibawa Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Yakni dalam rangka perdagangan langsung komiditi–komoditi unggulan daerah kepada pelaku usaha dan diaspora di tiga negara itu.
Para bupati dan wakil bupati diberi kesempatan presentasi dan memperkenalkan brosur–brosur yang layak dan memang dibutuhkan pelaku usaha di negara–negara tersebut. Dari fasilitasi tersebut diharapan dapat memperluas network perdagangan.
Melalui pesan WhatsApp, kepala daerah berusia 34 tahun itu menyampaikan rasa leganya. Sebab, Trenggalek disambut baik oleh para etase perdagangan dan perwakilan duta besar, serta para diaspora.
“Kita dianggap membawa produk turunan dari bambu yang ramah lingkungan. Dimana isu hijau dan berkelanjutan menjadi syarat utama,” tulis Bupati.
Dalam beberapa dokumentasi yang dikirim, Bupati Ipin nampak memperlihatkan tumbler dari bambu, lengkap dengan branding TGX, branding untuk Kabupaten Trenggalek, yang diharapkan bisa mendunia. Selain tumbler, ada juga sedotan dari bambu. Tentunya masih ada banyak lagi produk turunan dari bambu yang bisa diproduksi oleh pelaku usaha kerajinan bambu di Trenggalek, yang layak ditawarkan ke pasar dunia.
Selain produk turunan bambu, Mas Ipin, sapaan Bupati Ipin, juga menjajaki perdagangan karbon. “Karena BUMD Trenggalek telah mendapatkan izin penggunaan jasa karbon melalui Indonesian Carbon Exchange atau Bursa Karbon Indonesia,” jelasnya.
Disampaikan Mas Ipin, tiga negara yaitu Belanda, Belgia dan Pirancis itu dipilih karena Uni Eropa adalah pasar besar dengan jumlah penduduk total dari 27 negara yang menyentuh hampir 450 juta jiwa. “Jika satu produk sudah lolos dalam standar Uni Eropa, maka pasar lain akan lebih mudah,” paparnya.
Disamping berbicara bisnis dan investasi, bupati juga mempelajari bagaimana kota–kota maju membangun kotanya dengan memberikan perhatian pada pejalan kaki, pesepeda, dan transportasi publik. Bupati memotret berbagai sudut kota yang nampak bersih, asri, dan indah, dengan aneka bunga dan pepohonan. Selain itu, beberapa fasilitas umum untuk sarana transportasi yang ramah lingkungan. (tin/wen).
Repost Berita :
Posting Komentar untuk "Bupati Mochamad Nur Arifin, Promosikan Produk Berbahan Utama Bambu di Kabupaten Trenggalek Ke Eropa"