Kelompok Tani Hutan di Samar, Pagerwojo, Tulungagung Kembangkan Kerajinan Bambu untuk Tingkatkan Ekonomi
![]() |
Workshop "Pengelolaan Kerajinan Bambu" | Optimalisasi Mesin Bantu Produksi |
Terus bertumbuh, menjadi semangat Kelompok Tani Hutan di Samar, Pagerwojo, Tulungagung. Dinas Kehutanan Prov. Jawa Timur dalam hal ini CDK Wilayah Trenggalek menggelar widyakarya untuk anggota kelompok tani hutan (KTH) Pagerwojo. Tema yang di usung pada widyakarya kali ini adalah "Pengelolaan Kerajinan Bambu". Sebagai pemateri utama adalah Bapak Agus Supriyanto, Selaku Ketua Gapoktanhut Laskar Bumi Dongko Trenggalek.
Acara diawali dengan presentasi dan paparan dari CDK Wilayah Trenggalek, Profil Pembicara dan Sharing Pemasaran Digital Mahasiswa Binus Malang, Dilanjutkan Materi inti oleh Pemateri.
Acara berlangsung lancar, dan peserta sangat antusias dalam mempelajari bagaimana memaksimalkan hasil kerajinan bambu dengan sumber daya yang telah dimiliki selama ini.
Diantara paparan pemateri ada pesan penting pemateri untuk meningkatkan nilai bambu. Agus Suprianto menyampaikan untuk tidak menjual bambu hanya sebagai hasil panen hutan non kayu. Namun, agar nilainya tinggi dibuat berbagai macam bentuk.
Nilai ekonomis Kerajinan Bambu Indonesia, menunjukkan angka yang cukup menarik untuk para pengrajin. Dan membuat peserta bersemangat belajar kembali.
![]() |
Salah satu slide : Data Nilai Ekonomi Kerajinan Bambu Indonesia. Ini Optimistik |
Acara ditutup dengan meninjau lokasi wokshop "Produksi Tusuk Sate Bambu" milik anggota KTH Pagerwojo. Di lokasi workshop Agus Suprianto menekankan pentingnya peningkatan SDM sebelum akses teknologi lebih tinggi di aplikasikan dan diserap.
"Sekarang yang penting, tingkatkan kapasitas SDM kita (tani hutan), sebelum kita merencanakan akses teknologi lebih lanjut" Terang Agus di sela-sela penjelasan teknis optimalisasi kerja pembuat kerajinan bambu.
![]() |
Foto bersama KTH Laskar Bumi, KTH Pagerwojo dan Tim Dinas Kehutanan Pemprov Jatim CDK Trenggalek, Tulungagung. |
![]() |
Membangun semangat peningkatan Kapasitas SDM Tani Hutan dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan ekonomi Tani Hutan di Tulungagung. |
- Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Samar, Pagerwojo, Tulungagung menunjukkan semangat yang tinggi untuk mengembangkan usaha kerajinan bambu.
- Widyakarya "Pengelolaan Kerajinan Bambu" yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para anggota KTH.
- Bambu memiliki potensi dan peluang usaha yang besar, dan dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif yang bernilai ekonomis tinggi.
- Pentingnya meningkatkan nilai bambu dengan mengolahnya menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah.
- Widyakarya ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi para anggota KTH untuk meningkatkan ekonomi mereka melalui usaha kerajinan bambu.
- Berita ini menunjukkan bahwa usaha kerajinan bambu memiliki prospek yang cerah di Indonesia. Dengan pengembangan yang tepat, usaha ini dapat menjadi sumber penghasilan yang signifikan bagi para pengrajin dan meningkatkan ekonomi masyarakat di pedesaan.
![]() |
Agus Suprianto (Ketua KTH Laskar Bumi) memberikan Tema "Pengelolaan Kerajinan Bambu" |
Posting Komentar untuk "Kelompok Tani Hutan di Samar, Pagerwojo, Tulungagung Kembangkan Kerajinan Bambu untuk Tingkatkan Ekonomi"