Reportase Kunjungan Studi Laskar Bumi dan PT. CMB ke Tabanan Bali
Tabanan, Bali – Dalam upaya memperdalam wawasan mengenai konsep ketahanan pangan berbasis bambu, kelompok tani hutan (Gapoktanhut) "Laskar Bumi" Trenggalek bersama jajaran direksi PT. Cahaya Mutiara Bambu (CMB) melakukan kunjungan studi banding ke Tabanan, Bali. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari konsep ketahanan pangan yang dikembangkan melalui Bambu Tabah di bawah bimbingan Dr. Ir. Pande Ketut Diah Kencana, MS, seorang peneliti dan pengembang dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana yang aktif dalam konservasi dan pemanfaatan bambu. Beliau dikenal sebagai pakar dalam bidang bambu Tabah, salah satu varietas bambu yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta manfaat ekologi yang besar, terutama dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan peningkatan ketahanan pangan di daerah tropis.
Dalam kegiatan ini, Ketua Gapoktanhut "Laskar Bumi" Trenggalek beserta anggotanya serta jajaran direksi PT. Cahaya Mutiara Bambu (CMB) turut hadir. Kunjungan ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain memahami peran bambu dalam konservasi lingkungan dan ketahanan pangan, mempelajari ekosistem bambu di Indonesia, menggali strategi pengembangan industri bambu dari hulu ke hilir, serta mengeksplorasi gerakan penanaman bambu secara berkelanjutan. Selain itu, kunjungan ini juga berfokus pada pengembangan produk industri berbasis bambu yang ramah lingkungan serta menjajaki kolaborasi antara Dr. Ir. Pande Ketut Diah Kencana, MS dengan Gapoktanhut "Laskar Bumi" dan PT. CMB dalam pengembangan ekosistem bambu di Trenggalek.
Dalam
pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Pande Ketut Diah Kencana, MS, dijelaskan
bahwa bambu memiliki peran penting dalam konservasi lingkungan. Tanaman ini
mampu menyerap air dalam jumlah besar, mencegah erosi tanah, serta meningkatkan
kualitas tanah melalui sistem akar yang kuat dan kaya akan mikroorganisme.
Lebih dari itu, bambu merupakan tanaman yang memiliki daya serap karbon yang
tinggi, sehingga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Di Indonesia
sendiri, terdapat lebih kurang dari 180 spesies bambu yang memiliki potensi
besar dalam berbagai aspek, termasuk ekologi, sosial budaya dan ekonomi. Salah
satu spesies yang mendapat perhatian khusus adalah Bambu Tabah, yang telah
berhasil dikembangkan di Bali sebagai bagian dari ketahanan pangan dan upaya
pelestarian lingkungan.
Sesi
berikutnya membahas bagaimana usaha bambu dapat dikelola secara berkelanjutan
dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, kegiatan meliputi pembibitan,
penanaman, dan konservasi bambu, sedangkan di sektor hilir, pemanfaatan bambu
mencakup berbagai produk industri seperti bahan pangan, konstruksi, perabot
rumah tangga, hingga produk inovatif lainnya. Salah satu aspek penting yang
turut dibahas adalah gerakan penanaman bambu yang telah sukses diterapkan di
Bali, di mana masyarakat lokal dilibatkan dalam upaya peningkatan populasi
bambu untuk kepentingan ekologis dan ekonomi. Model ini diharapkan dapat
diadaptasi di Trenggalek sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat
dan ketahanan lingkungan.
![]() |
Suasana diskusi di Tabanan, Bali |
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Pande Ketut Diah Kencana, MS, dijelaskan bahwa bambu memiliki peran penting dalam konservasi lingkungan. Tanaman ini mampu menyerap air dalam jumlah besar, mencegah erosi tanah, serta meningkatkan kualitas tanah melalui sistem akar yang kuat dan kaya akan mikroorganisme. Lebih dari itu, bambu merupakan tanaman yang memiliki daya serap karbon yang tinggi, sehingga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Di Indonesia sendiri, terdapat lebih kurang dari 180 spesies bambu yang memiliki potensi besar dalam berbagai aspek, termasuk ekologi, sosial budaya dan ekonomi. Salah satu spesies yang mendapat perhatian khusus adalah Bambu Tabah, yang telah berhasil dikembangkan di Bali sebagai bagian dari ketahanan pangan dan upaya pelestarian lingkungan.
Sesi berikutnya membahas bagaimana usaha bambu dapat dikelola secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, kegiatan meliputi pembibitan, penanaman, dan konservasi bambu, sedangkan di sektor hilir, pemanfaatan bambu mencakup berbagai produk industri seperti bahan pangan, konstruksi, perabot rumah tangga, hingga produk inovatif lainnya. Salah satu aspek penting yang turut dibahas adalah gerakan penanaman bambu yang telah sukses diterapkan di Bali, di mana masyarakat lokal dilibatkan dalam upaya peningkatan populasi bambu untuk kepentingan ekologis dan ekonomi. Model ini diharapkan dapat diadaptasi di Trenggalek sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dan ketahanan lingkungan.
Display Produk Turunan Bambu Tabah di Tabanan Bali
Industri berbasis bambu menawarkan potensi besar dalam mendukung ekonomi hijau. Beberapa produk inovatif yang dihasilkan dari bambu antara lain tunas bambu yang diolah menjadi makanan sehat, peralatan makan berbasis bambu yang ramah lingkungan, bahan konstruksi dan furnitur dari bambu, serta produk kesehatan seperti garam bambu yang memiliki manfaat tinggi bagi tubuh. Keberlanjutan industri bambu juga berkaitan erat dengan konsep ekonomi sirkular, di mana setiap bagian dari bambu dimanfaatkan secara maksimal, mulai dari akar, batang, hingga daunnya, sehingga tidak ada limbah yang terbuang percuma.
Kunjungan ini juga menyoroti peran bambu dalam gerakan ekonomi kerakyatan. Dengan mengembangkan industri bambu berbasis komunitas, banyak peluang kerja dapat diciptakan, baik dalam sektor pertanian, pengolahan, maupun distribusi produk bambu. Model ekonomi berbasis bambu ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada konservasi lingkungan yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, beberapa langkah konkret telah dirancang untuk diterapkan di Trenggalek. Salah satunya adalah pendirian koperasi dan yayasan bambu yang akan menjadi wadah bagi petani dan pelaku usaha bambu untuk mendapatkan dukungan dalam hal produksi, pemasaran, dan pelatihan. Selain itu, program "Ekosistem Bambu dan Ketahanan Pangan" akan dikembangkan untuk memanfaatkan bambu sebagai sumber ketahanan pangan, terutama melalui pengolahan tunas bambu dan produk turunannya.
![]() |
Produk pangan dari bambu berupa rebung (bamboo shoot) |
Dalam upaya menjaga ekosistem dan mengurangi risiko bencana alam seperti longsor dan banjir, program penanaman bambu dalam skala besar juga akan dicanangkan. Program ini akan melibatkan masyarakat lokal untuk menanam dan merawat bambu di lahan-lahan kritis. Selain itu, rencana produksi bambu dalam aspek pangan akan dikembangkan, termasuk penelitian lebih lanjut tentang potensi tunas bambu sebagai bahan pangan sehat dan produk inovatif lainnya. Kolaborasi dengan Dr. Ir. Pande Ketut Diah Kencana, MS akan terus diperkuat guna memastikan implementasi program yang optimal dan berkelanjutan.
![]() |
Rebung Bambu Tabah di Kemas Vakum Pada Ruang Penyimpanan Dingin |
Secara keseluruhan, kunjungan studi banding ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi Gapoktanhut "Laskar Bumi" dan PT. CMB dalam mengembangkan konsep ketahanan pangan dan ekonomi berbasis bambu di Trenggalek. Dengan adanya pemahaman yang lebih mendalam serta kerja sama dengan pakar dan akademisi, diharapkan program-program yang telah dirancang dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta lingkungan. Inisiatif ini menegaskan bahwa bambu bukan hanya tanaman konservasi, tetapi juga sumber ekonomi berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Posting Komentar untuk "Reportase Kunjungan Studi Laskar Bumi dan PT. CMB ke Tabanan Bali"